Jumat, 14 Oktober 2016

Ingin Berlari part 2

Hai guys, bounjour :)
hari ini Aku akan melanjutkan kisahku, so stay aja ya ;)
Setelah serangkaian kejadian itu Aku sering sekali
dipanggil ke ruang BK, sampai-sampai ada kakak senior
yang menegurku dan berpikir bahwa aku adalah anak yang nakal.
Aku sangat tertekan saat itu, karna makian dari guru Bk itu
karena kakak kelas yang menganggapku diam-diam busuk, karena
guru bahasa inggrisku yang membenciku. Aku hanya anak desa
yang baru lulus SD,pikiranku benar-benar murni saat itu
jadi semua perlakuan mereka langsung meresap.Aku ingin berlari
menjauh dari lingkup mereka, aku ingin berhenti sekolah, karena
sekolah bukanlah tempat yang nyaman untukku, sekolah adalah
sesuatu yang lebih mengerikan dari azkaban (penjara dalam film
harry potter). Semua yang ada di otakku hanya cara melarikan diri.
Tapi, Aku sadar berlari bukanlah hal yang benar karena Aku harus
bangkit, berdiri tegap dan keluar dari dark zone ini.
Seiring berjalannya waktu, semua itu berlalu begitu saja
dan mereka (para orang jahat) begitu mudahnya melupakan
perlakuan mereka terhadapku, padahal masih sangat jelas
rasa sakit yang mereka tanamkan kemarin.
Waktu itu Aku berpikir untuk tidak memaafkan mereka
tapi aku sadar membenci seseorang yang sama-sekali lupa
terhadapku akan membuatku terlihat menyedihkan. Dan benar
saja seiring berjalannya waktu rasa sakit itu memudar,
walaupum masih ada serpihan-serpihan tajam yang menancap....

Itu adalah sepenggal kisahku waktu di SMP, jangan lupa
untuk membaca kisah-kisah hidupku yang lain guys

Bye bye, salam hangat

Lutfi Saraswati :)

Rabu, 12 Oktober 2016

Ingin Berlari part 1

Hai Pembaca, bounjour, wkwkwk :)
Hari ini saya akan mulai menulis tentang pengalaman-pengalaman
saya dalam blog ini. Pada curhatan saya yang pertama ini
saya akan ber-flashback-ria pada zaman saya mulai masuk SMP,
sebenarnya itu bukan pengalaman yang mengenakkan dulu.
Kejadian ini berawal pada saat saya mulai test untuk masuk
ke salah satu SMP favorit di daerah saya dan Alhamdulillah
saya bisa menjadi peringkat satu dalam test tersebut.
Setelah mengurus administrasi dan segala tetekbengeknya.
Finaly, bembagian kelaspun mulai dilakukan oleh pihak sekolah,
Mereka bilang kelas menunjukan peringkat kita saat test masuk
ataupun danem namun pada kenyataanya semua itu bergantung pada
orang dalam dan yap tul sekali UANG.Saya mendapat kelas B,
padahal (bukan bermaksud jumawa) saya urutan pertama saat test dulu.
Seiring dengan berlangsungnya kegiatan sekolah, kamipun mulai
MOS (Masa Orientasi Siswa). MOS yang saya lakukan dulu sungguh tidak
menarik dan membosankan malah terkesan mengesampingkan kita yang
warga agak kampung dari mereka, mereka hanya mengerjai yang menurut
mereka cantik dan menarik, sedangkan kita yang normal dan berlaku
apa adanya tidak terlihat sama sekali. Masa MOS berlalu begitu
saja tanpa ada yang berarti setelah itu muncullah masalah yang
membuat saya mental break down.Orangtua saya tidak terima jika
saya ditempatkan di kelas B, makanya mereka datang ke sekolah
dan menegur guru BK.Banyak hal yang terjadi waktu itu,
karena guru saya tidak terima juga maka Mereka melampiaskannya pada saya.
Salah satu kata yang mereka lontarkan pada saya adalah
"Tuh liat gara2 kamu, Puas kamu sekarang" menurut saya itu bukan
kata yang pantas diucapkan seorang guru kepada murid yang baru saja lulus SD.
Semenjak itu saya menjadi pribadi introvert, saya bukan lagi pribadi
yang ceria dan jahil seperti waktu SD dulu karena semenjak orangtua
saya datang saya sering dipanggil ke ruang BK.
Finaly saya pindah ke kelas A, bertukar dengan siswi yang masuk karna
'orang dalam'.'Orang dalam' tersebut adalah guru bahasa inggris saya
dan otomatis saya menjadi another (ada tapi dianggap tidak ada).
Itu bukan hal yang baik untuk psikis anak umur 13 tahun yang baru saja lulus SD.

To be continued.......

Baca pengalamanku selanjutnya di blog ini ya... ^-^ Kamsahamida```....

Bye bye, Salam hangat

Lutfi Saraswati