Hai Pembaca, bounjour, wkwkwk :)
Hari ini saya akan mulai menulis tentang pengalaman-pengalaman
saya dalam blog ini. Pada curhatan saya yang pertama ini
saya akan ber-flashback-ria pada zaman saya mulai masuk SMP,
sebenarnya itu bukan pengalaman yang mengenakkan dulu.
Kejadian ini berawal pada saat saya mulai test untuk masuk
ke salah satu SMP favorit di daerah saya dan Alhamdulillah
saya bisa menjadi peringkat satu dalam test tersebut.
Setelah mengurus administrasi dan segala tetekbengeknya.
Finaly, bembagian kelaspun mulai dilakukan oleh pihak sekolah,
Mereka bilang kelas menunjukan peringkat kita saat test masuk
ataupun danem namun pada kenyataanya semua itu bergantung pada
orang dalam dan yap tul sekali UANG.Saya mendapat kelas B,
padahal (bukan bermaksud jumawa) saya urutan pertama saat test dulu.
Seiring dengan berlangsungnya kegiatan sekolah, kamipun mulai
MOS (Masa Orientasi Siswa). MOS yang saya lakukan dulu sungguh tidak
menarik dan membosankan malah terkesan mengesampingkan kita yang
warga agak kampung dari mereka, mereka hanya mengerjai yang menurut
mereka cantik dan menarik, sedangkan kita yang normal dan berlaku
apa adanya tidak terlihat sama sekali. Masa MOS berlalu begitu
saja tanpa ada yang berarti setelah itu muncullah masalah yang
membuat saya mental break down.Orangtua saya tidak terima jika
saya ditempatkan di kelas B, makanya mereka datang ke sekolah
dan menegur guru BK.Banyak hal yang terjadi waktu itu,
karena guru saya tidak terima juga maka Mereka melampiaskannya pada saya.
Salah satu kata yang mereka lontarkan pada saya adalah
"Tuh liat gara2 kamu, Puas kamu sekarang" menurut saya itu bukan
kata yang pantas diucapkan seorang guru kepada murid yang baru saja lulus SD.
Semenjak itu saya menjadi pribadi introvert, saya bukan lagi pribadi
yang ceria dan jahil seperti waktu SD dulu karena semenjak orangtua
saya datang saya sering dipanggil ke ruang BK.
Finaly saya pindah ke kelas A, bertukar dengan siswi yang masuk karna
'orang dalam'.'Orang dalam' tersebut adalah guru bahasa inggris saya
dan otomatis saya menjadi another (ada tapi dianggap tidak ada).
Itu bukan hal yang baik untuk psikis anak umur 13 tahun yang baru saja lulus SD.
To be continued.......
Baca pengalamanku selanjutnya di blog ini ya... ^-^ Kamsahamida```....
Bye bye, Salam hangat
Lutfi Saraswati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar